Showing posts with label ISLAMI. Show all posts
Showing posts with label ISLAMI. Show all posts

Friday, October 5, 2018

MENGAPA DI NEGERIKU SELALU TERJADI BENCANA……..???

Sepengal lirik lagu Ebiet G. Ade yang begitu populer “Mengapa di negeriku selalu terjadi bencana….”, patut menjadi bahan renungan yang mestinya menjadi pagar prilaku manusia. Lirik lagu ini sarat dengan makna yang dijawab sendiri oleh sang pencipta lagu “mungkin Tuhan mulai bosan dengan tingkah kita yang selalu bangga dengan dosa-dosa”. Apa memang Tuhan bisa bosan dengan tingkah manusia yang bangga dengan gelimang dosa ??. Tentu ini hanyalah sebuah sindiran dari kondisi yang semakin nyata bahwa manusia bangga dengan dosa-dosa yang diperbuatnya.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar orang bercerita dengan bangga akan dosa-dosa yang pernah dia lakukan dimasa lalu. Bangga dengan pernah terjerumus dalam kehidupan malam yang penuh kemaksiatan, bangga telah berhasil menipu seseorang, bangga dengan pernah mendapatkan uang atau harta kekayaan dengan jalan yang tidak baik, bahkan bangga dengan telah berzina meniduri wanita yang diidamkannya. Tidak sedikit juga yang bangga dengan telah menenggak minuman mahal-mahal, bangga telah mengkonsumsi Narkoba tapi tidak ketahuan Polisi. Banyak lagi hal-hal negatif dari mulai hal sepele sampai hal yang laur biasa dapat merugikan orang dibanggakan oleh pelakunya. Kebanggaan tersebut kadang hanya untuk menjadi pembangding ketika seseorang menceritakan perbuatan dosanya. “Oh…. Itu belum seberapa, aku pernah anu.. bla-bla.., tapi itu dulu ketika masih jahiliyah. Hal yang mengherankan mestinya dia malu untuk menceritakan aib dalam hidupnya. Hal inilah mungkin yang disitir oleh sang maestro lagu-lagu sendu Ebiet G. Ade.

Allah SWT telah mengabarkan kepada manusia dalam ajarannya yang agung Alquranul Karim yang diwahyukannya kepada jungjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, bahwa setiap musibah yang dialami manusia adalah dikarenakan perbuatannya sendiri, karena Allah SWT tidak pernah menzholimi mahluq cipataan-Nya. Sebagaimana firman-Nya :



Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy-syura : 30)

Bahkan dalam ayat ini Allah SWT mengabarkan sifat Arrahman dan Arrahim-Nya, karena sebagian besar dosa manusia dimaafkan-Nya. Betapa akan hancurnya kehidupan manusia jikalau setiap perbuatan dosanya dibalas tunai dengan berbagai musibah. Kaitannya dengan apakah Tuhan akan bosan dengan tingkah manusia ??. Berpijak pada ayat 30 Surat Asy-Syura di atas, mengisyaratkan bahwa perbuatan dosa yang terus-menerus tanpa beban dan tanpa rasa takut kepada-Nya yang dilakukan manusia dapat menjadi sebab terjadinya musibah. Dapat dibayangkan bagaimana jika penduduk sebuah kota/negara cenderung lebih banyak yang berbuat dosa daripada yang taat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan murka dengan menimpakan bencana yang tidak disangka-sangka oleh siapapun sebagaimana Firmanya :


Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).(QS. Al-Isra:58)

Sebagaimana dikisahkan dalam Alquranul Karim berapa banyak suatu kaum ditimpakan azab karena kedurhakaanya seperti kaum Nabi Nuh AS, Nabi Luth AS, Nabi Sholeh AS dan kaum-kaum lainnya. Ketika jaman itu azab ditimpakan hanya kepada penduduk yang membangkang / menetang ajaran Allah SWT yang dibawa oleh para Nabi, sedangkan orang-orang beriman diselamatkan bersama Nabiyullah.  Sedangkan kondisi saat ini bencana yang terjadi akan menimpa seluruh penduduk baik yang berbuat maksiat ataupun yang sehari-hari terlihat alim dan shaleh. Namun inilah rahasia Allah, tidak akan ada yang mengetahui kadar keimanan dan ketaqwaan seseorang  selain Allah SWT. Demikianlah Allah SWT berbuat sesuai dengan kehendak-Nya, karena Allah SWT mengetahui segala sesuatu, sebagaimana Firman-Nya :


 
 Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At-Tagabun : 11).

Dalam 2 bulan ini telah terjadi musibah besar berupa gempa bumi dan tsunami di NTT dan Palu-Sulawesi Tengah. Sayangnya kondisi musibah ini menjadi bahan perdebatan saling menyerang diantara netizen dan juga para politikus terkait dengan penyebabnya, kecepatan penanganan, dan lemahnya mitigasi bencana di Negeri Rawan Bencana ini. Bahkan ada yang mengajak bahwa bencana ini jangan dikaitkan dengan Alquran dan dosa-dosa. Ajakan inipun dilontarkan sebagian oleh arang-orang yang memeluk agama islam. Tentu ini sangat menyesatkan umat, sementara keterangan tentang bencana dan musibah dijelaskan pada berbagai Surat dan ayat dalam Alquran.

Baca : CCTV Mahadahsyat

Semestinya tidak perlu ada perdebatan yang tidak produktif bagi umat Islam, karena segala sesuatu mutlak harus berpedoman pada ajaran Allah SWT dalam Alquranul Karim. Karena ketika terbersit saja dalam hati menyangsikan hukum-hukum Allah dalam Alquran dan Hadist, maka kita telah jatuh pasik yang jelas ancaman hukumannya di dunia dan khususnya di akhirat kelak.

Kejadian bencana tidak semata-mata karena posisi Indonesia berada pada ring fire yang dikelilingi gunung api dan dijepit tiga lempeng besar benua. Karena itu hanya sebuah penyebab, sedangkan yang mentakdirkan bencana apa yang akan terjadi dan dimana terjadinya tentulah hanyalah Allah SWT sebagaimana keterangan dalam Surat At-Tagabun ayat 11 di atas.

Sifat Allah yang Maha Pengampun segala dosa, menjadi kesempatan umat manusia untuk segera bertaubat dan menghentikan perbuatan-perbuatan dosa yang dapat menjadi pemicu datangnya bencana / musibah. Karena tidak ada seorangpun yang dapat menunda, mengundurkan, dan menghindar dari kehendak-Nya. Allah tidak pernah berbuat zalim kepada manusia, sebagaimana Firmannya:



Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.(QS.Yunus:44).

Artikel ini hanyalah untuk saling mengingatkan, tidak ada maksud untuk geminter dan mengajari. Semoga bermanfaat.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, May 14, 2018

CCTV MAHA DAHSYAT

CTV merupakan sebuah sistem komputer menggunakan video kamera untuk menampilkan dan merekam gambar pada waktu dan tempat dimana perangkat tersebut terpasang. CCTV adalah singkatan dari kata Closed Circuit Television, yang artinya menggunakan sinyal yang bersidat tertutup atau rahasia, tidak seperti televisi biasa pada umumnya yang merupakan broadcast signal. CCTV pada umumnya digunakan untuk pelengkap sistem keamanan dan juga banyak dipergunakan di berbagai lokasi seperti bandara, kemiliteran, kantor, pabrik, dan toko. Bahkan semakin berkembangnya teknologi, CCTV sudah dipasang dalam lingkungan rumah pribadi. Dengan demikian CCTV dipasang lebih terkait kepada tujuan pengamanan lingkungan tertentu yang difungsikan sebagai alat bantu memantau situasi bagi sistem keamanan.
Namun andaikan semua manusia menyadari bahwa ada CCTV yang anti rusak, CCTV abadi Yang Maha Dahsyat yang selalu memantau gerak-geriknya selama 24 jam bahkan ketika manusia itu tidur CCTV itu tetap on, tidak ada setiap sudutpun yang luput dari pantauannya bahkan lubang-lubang kecil di tanah sekalipun, maka pemasangan CCTV buatan manusia sudah tidak diperlukan lagi. Karena jika semua orang sadar dan takut karena ada CCTV 24 jam yang memantau hidupnya, maka segala sesuatuanya akan menjadi aman, damai, tenteram dan kondusif.
Sayagnnya tidak sedikit manusia yang menyadari ada CCTV Maha Dahsyat tersebut, namun dia tidak merasa takut yang penting tidak ketahuan orang lain, maka dia merasa aman dan nyaman melakukan hal-hal dzalim dan maksiat sesuka hatinya. Padahal keniscayaan kelak menunggu dia pada akhirnya, andai tidak satupun manusia mengetahui perbuatannya maka sudah dipastikan takan luput dari balasan-Nya baik berupa pahala karena kebajikan maupun azab karena kedzaliman. Lebih-lebih bila hal dzalim tersebut ketahuan juga oleh orang lain, maka doubel funisment yang akan dia terima di dunia dan di akhirat kelak. Firman Allah dalam Alquranul Karim :


  
(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri (QS : 50 (Qaf)-17)

 

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya

malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS : 50 (Qaf)-18)


Karena rasa tidak takut maka dengan mudah dan gampang tanpa beban orang berbuat dzalim dan jahat. Dengan gampang korupsi asal tidak ketahuan orang lain, mencuri, tidak berpuasa, menjadi teroris tanpa pijakan yang jelas dan kedzaliman lainnya selama tidak ketahuan manusia dan orang-orang yang direbut haknya maka semua aman-aman saja. Dia lupa bahwa CCTV Maha Dahsyat tidak hanya memantau perbuatan tetapi isi hatinyapun tidak luput dari pantuannya, sebagaimana Firma-Nya :


Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam (1456). Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (QS : 57 (Al-Hadid) – 6)


Rasa tidak takut akan azab Allah SWT karena azab tersebut tidak datang segera atau dibayar kontan setelah perbuatan tersebut dilakukan. Firman-Nya :



Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya (QS ; 18 (Al-Kahfi) – 58)


Karena Allah Maha Pengampun dan pemilik segala bentuk Rahmat, maka Allah selalu menginginkan kebaikan pada hamba-Nya. Tipis dan rapuhnya iman manusia, sehingga dia menganggap angin lalu ancaman Allah. Padahal jika Allah hendak menyiksa hamba-Nya karena perbuatan dzalim mereka, maka tidak akan ada yang luput dari siksaan-Nya sekalipun hanya binatang melata.



Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, nis- caya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun [1263] akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) me- reka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

Sungguh manusia itu sangat sombong dengan mengabaikan Firman-firman-Nya, padahal apapun yang dia alami dan dia terima dalam kehidupan ini adalah kehendak-Nya.

Akhirnya marilah kita selalu memperkuat iman kita agar menyadari, bahwa ada yang selalu mamantau prilaku kita dimanapun kita berada dan hendaknya setiap kita selalu berusaha meningkatkan ketaqwaan agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta mana yang benar dan mana yang salah menurut Alquran dan Hadist.

Wassalam
Mohon Ampun kepada Allah jika ada yang kurang tepat dalam artikel ini


[+/-] Selengkapnya...

Thursday, April 28, 2016

JALAN TERJAL..... BAGI YANG SEDANG MUNUJU MA'RIFATULLAH

Bismillaahir Rahmaani Rahiim.
Alhamdulillaahi rabbil’aalaamiin.
Allahummaa shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad.
Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yashifuun wasalaamun’alal mursaliin wal hamdulillaahi rabbil’aalamiin.

Saudaraku...
Kali ini saya ingin mencoba sharing dan sama-sama belajar tentang mengenal Allah (Ma'rifatullah), pengertian singkatnya dan tantangan / ujian bagi yang sedang mencari dan mempelajarinya. Saya sendiri bukanlah yang sudah sempurna mempelajari ilmu ini, namun tidak ada salahnya kita coba membahasnya.
Kepada Allah SWT saya memohon ampunan karena yakin sebagai hamba masih banyak salah dan khilap.
Ma’rifatullah (mengenal Allah) bukanlah mengenali dzat Allah, karena hal ini tidak mungkin terjangkau oleh kapasitas manusia yang terbatas. Sebab bagaimana mungkin manusia yang terbatas ini mengenali sesuatu yang tidak terbatas?. Segelas susu yang dibikin seseorang tidak akan pernah mengetahui seperti apakah orang yang telah membuatnya menjadi segelas susu.
Menurut Ibn Al Qayyim : Ma’rifatullah yang dimaksudkan oleh ahlul ma’rifah (orang-orang yang mengenali Allah) adalah ilmu yang membuat seseorang melakukan apa yang menjadi kewajiban bagi dirinya dan konsekuensi pengenalannya”.
Ma’rifatullah tidak dimaknai dengan arti harfiah semata, namun ma’riaftullah dimaknai dengan pengenalan terhadap jalan yang mengantarkan manusia dekat dengan Allah, mengenalkan rintangan dan gangguan yang ada dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam Uraian selanjutnya saya akan memberikan gambaran sederhana tentang godaan / ujian bagi siapa saja  yang akan dan sedang mempelajari ilmu ma'rifatullah, uraian di ambil dari kisah-kisah nyata dari orang-orang yang pernah mengalaminya dan juga sedikit pengalaman pribadi.
Uraian ini bukan untuk menakut-nakuti tapi hanya sebagai informasi bagi siapa saja yang ingin atau sedang belajar Ilmu Ma'rifattullah agar bisa lebih termotivasi dan siap menghadapinya.
Sebagaimana Firman Allah dalam Alquranul Karim tentang ujian bagi manusia :

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (AL-BAQARAH : 214)

Pada tahap pertama ketika seseorang dibukakan pintu masuk ke dalam Ilmu Ma'rifatullah melalui kalimat Tauhid LA ILAHAILALLAH,  maka rata-rata akan mengalami reaksi kejiwaan :
  1. Merasakan seperti ada sesuatu yang terlepas dari dirinya lalu merasakan badan ringan dan semua jadi serba tenang dan perasaan luar biasa.
  2. Merasakan seperti ada sesuatu yang masuk kedalam dirinya lalu merasakan memiliki kemampuan yang sebelumnya tidak dimiliki seperti mampu menterjemahkan maksud yang tertulis dalam ayat - ayat alquran dan Hadist.
  3. Merasakan tidak ada lagi perbedaan beragama atau bisa bertoleransi terhadap umat agama lain sehingga dirinya merasa damai dan penuh cinta kasih.


Kadaan ini disebut Anugrah Al Hikmah, Simak Firma-Nya :


Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).(AL-BAQARAH : 269)

Namun semua perasaan itu diiringi pula oleh godaan - godaan dan cobaannya, yaitu :
  1. Tergoda untuk menyatakan diri yang paling benar dan memandang umat islam lain masih salah karena belum memahami RAHASIA DIRI dan RAHASIA SYAHADAT akibatnya sibuk ke sana sini mencari perhatian orang lain agar mau mendengarkan apa yang telah dia dapatkan. Pada tahapan ini berbagai macam tingkah laku ada yang biasa saja namun ada juga yang kalau diajak ngobrol soal apa saja selalu ujung -ujungnya soal ilmu Ma'rifat, tapi kalo di tanya jawabnya muter-muter sampai-sampai yang mendengarkan juga ikut muter - muter alias mumet. Perilaku yang paling banyak terjadi adalah pandai berbicara dengan bahasa filsafat, hal ini terjadi karena kekagumannya pada ilmu yang dia dapatkan namun sangat sayang untuk dibagikan kepada orang lain sementara di satu sisi dia ingin orang lain tahu bahwa dirinya memiliki ilmu yang mulia, sehingga setiap ungkapannya sulit dipahami bagi pemula karna memakai bahasa filsafat atau bahasa kias lainnya. Pada tahapan tertentu prilakunya kadang extrim karena tidak segan-segan dan terang-terangan menyalahkan umat islam lain dengan cacian dan sumpah serapah, tapi kalo ditanya tidak mau menjawab karena menganggap ilmu yang dia dapatkan sangat berharga dan tidak layak untuk dibagikan begitu saja. Pada tahapan ini kata - kata andalan yang sering disampaikannya adalah perkataan kiasaan "percuma kalung permata dipasangkan pada leher seekor babi". Akibat dari perilakunya yang seperti itu maka banyak prasangka buruk terhadap dirinya dan juga terhadap Ilmunya sehingga disadari atau tidak lambat laum akan dijauhi oleh teman atau bahkan keluarganya sendiri dan akhirnya menjadi cobaan bagi dirinya sendiri dan jika tidak ada pembimbing lanjutan maka akan berakhir dengan bicara sendiri dan marah-marah sedniri, lebih parah lagi membuat orang jadi takut belajar ilmu makrifattullah. 
  2. Tergoda menjadi panatik pada guru dan kitab tertentu yang dipelajarinya seolah gurunya adalah manusia yang paling hebat. dan ini adalah fenomena baru yang saya temui, dan merupakan cobaan baginya apakah mampu kembali kepada Alquran dan Hadis. 
Semua godaan pada tahap ini akan mudah diatasi jika memiliki dasar-dasar syariat yang cukup yaitu mencontoh perilaku Rasulullah SAW sesuai yang ada dalam hadis-hadis dan itulah pentingnya Ilmu syariat dalam perjalanan mendalami ilmu makrifat, sehingga benar apa yang disampaikan oleh Imam Ghazali bahwa ilmu syareat tanpa ilmu Ma'rifatullah pasti sia-sia, Tapi ilmu Ma'rifatullah tanpa ilmu syareat pasti sesat. 
Bagi mereka yang mendapatkan laduni godaan dan cobaan pada tahapan ini nyaris tidak dirasakannya. 
Setelah terbuka rahasia diri dan makna syahadat yang sebenarnya maka pemahaman selanjutnya adalah masuk pada keyakinan, yaitu keyakinan akan kebenaran hikmah-hikmah ghaib yang ada pada beberapa surat dan ayat dalam Alquran dan zikir yang mendalam, semakin kuat keyakinan menerimanya maka semakin baik. Tidak semua orang yang belajar ilmu ma'rifat mau belajar lebih dalam lagi dengan alasan tidak bisa memahami dan kalaupun ada jumlahnya sedikit namun bagi mereka yang mendapatkan secara laduni tidak bisa berhenti dan terus belajar lebih dalam lagi.

Itulah sedikit tentang tantangan mempelajari ilmu Ma'rifatullah, ini berdasarkan pengalaman pribadi dan juga pengalaman orang lain. Lebih mendalam lagi mempelajari ilmu Ma'rifat lebih dahsyat lagi godaannya. Menurut keterangan beberapa orang yang mengalaminya dan beberapa bahan bacaan tidak jarang ketika semakin mendalam bahkan tujuan utamanya untuk mengenal Allah dilupakan, malah justeru diperdalam adalah "bonus" dari mempelajari Ma'rifatullah itu sendiri misalnya ilmu kesaktian dan sebagainya.

Lebih jauh lagi penulis tidak dapat menjelaskan karena tidak mengalaminya, bahkan tulisan ini pun semoga bukan bagian dari terkena godaan pada tahapan awal belajar Ma'rifatullah.
Karena itu kepada Allah SWT hamba mohon ampunan dan kepada pembaca juga mohon maaf jika ini jadi sok tahu dan tidak berkenan.


Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq

Bogor Akhir April 2016

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, March 6, 2013

ALANGKAH INDAHNYA PETUNJUK ITU ........

Simaklah rangkaian Firman-Nya ini :

Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut (QS 76:1). Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat (QS 76:2). Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir (QS 76:3).

Menurut tafsir Ibnu Katsir :
Allah Ta'ala berfirman mengabarkan tentang manusia,bahwa Dia telah menciptakan-Nya setelah sebelumnya tidak pernah menjadi sesuatu yang disebut karena kerendahan dan kelemahannya.
Kemudian Allah menjelaskan bahwa bahwa manusia diciptakan-Nya dari setetes mani yang bercampur, yakni dari sebagian dengan sebagian yang lainnya, untuk kemudian akan diuji-Nya sehingga diberikan pendengaran dan penglihatan. Dengan keduanya (pendengaran dan penglihatan) manusia mampu berbuat ketaatan dan kemaksiatan. 
Karena manusia dapat mendengar dan melihat, kemudian Allah memberikan penjelasan dan keterangan untuk menuju jalan yang lurus dan benar. Namun ada yang bahagia dan ada yang sengsara, yang bahagia bagi yang mensyukurinya dengan ketaatan dan yang sengsara yang mengingkarinya dengan kemaksiatan.
Sebagaimana yang disebutkan Hadist yang diriwayatkan Muslim dari Abu Malik al Asy'ari, dia berkata Rasulullah bersabda :

"Setiap orang pergi pada pagi hari, kemudian dia akan mempertaruhkan dirinya, baik dia akan membinasakannya atau menyelamatkannya"

Maknanya :

Sesungguhnya betapa Allah telah menciptakan manusia dengan sempurna karena kasih sayang-Nya, dari tidak berupa apa-apa sampai jadi berwujud, diberinya petunjuk untuk menggapai jalan yang lurus. Allah tidak pernah memberikan jalan keburukan kepada manusia, bahkan segala apa yang dilarang dijelaskannya pula kepada manusia melalui Alquran dan Alhadist. Selain itu segala apa yang dilakukan manusia sudah dijanjikan dengan balasan, kebaikan akan dibalas dengan kenikmatan dan keburukan akan dibalas dengan sisksaan. Namun mengapa kita manusia selalu ingkar, padahal jelas-jelas dikatakan Allah kita manusia diciptakan hanya untuk diuji dengan perintah dan larangan, perintah-Nya pun sudah dangat jelas dan gamblang, demikian juga larangan-Nya.

Sejak orang-orang terdahulu Allah selalu mengabarkan kebaikan melalui Nabi dan Rasul-Nya yang diutus dari jaman ke jaman. Dan kita orang-orang yang kemudian lebih diberi kemudahan lagi dengan disempurnakannya Agama Islam, diturunkannya Alquran dan diutusnya Rasul terakhir Muhammad SAW sebagai Rahmatan Lil Alamiin yang menggamblangkan lagi isi Alquran melalui Hadistnya. 

Adapun syetan yang membawa keburukan sejak kasusnya dengan Nabi Adam AS sudah dikhabarkan kepada Adam dan juga kita melalui Alquran tentang keingkarannya dan janjinya yang akan mengajak umat manusia untuk sama-sama ingkar. Sesungguhnya misi syetan ini dapat dikatakan sukses sejak jaman dahulu dengan banyaknya umat manusia yang menjadi pengikutnya yaitu mengingkari perintah Allah SWT, sekalipun  telah dijanjikan dengan balasan yang pedih bagi para pengikut syetan.

Melalui Surat Ar Rahmaan, Allah menanyakan komitmen manusia, tentang ketaatannya kepada-Nya. Setelah diberikan berbagai kenikmatan yang tidak bisa dihitung, ternyata masih banyak manusia yang tidak mensyukurinya. 

Betapa indahnya petunjuk Allah SWT, jikalau manusia bisa menggunakan mata hati dan akal pikirannya.

Baca Juga : RAHASIA PENCIPTAAN MANUSIA

Sekelumit Perasaan Dari yang Belajar
Berbuat Baik

[+/-] Selengkapnya...

Monday, October 8, 2012

RAHASIA PENCIPTAAN MANUSIA : BERDASARKAN FIRMAN ALLAH DALAM AL-QURAN


Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Ya Allah Engkaulah Tuhanku Tiada Tuhan Selain Engkau, Engkau Penciptaku dan Aku adalah hamba-Mu yang akan berbakti kepada-Mu semampuku. Aku berlindung Kepada-Mu dari segala dosa yang Aku perbuat. Aku mengakui segala Nikmat-Mu yang Engkau Berikan Kepadaku. Dan Aku mengakui segala perbuatan dosaku. Ampuni Aku Ya Allah, karena tidak ada yang dapat mengampuni segala kesalahanku selain Engkau.

[+/-] Selengkapnya...

Friday, August 12, 2011

BENTUK-BENTUK KESYIRIKAN DALAM BERDOA

Syirik dalam berdoa adalah pengalihan doa selain kepada Allah SWT. Ada empat bentuk jalan kesyirikan dalam berdoa yaitu :
1. Permohonan doa kepada orang yang sudah mati atau benda-benda mati. Bentuk kesyirikan ini dibagi menjadi dua :
Pertama, permohonan dari orang yang hidup kepada orang yang telah mati agar mendoakan dirinya, baik dilakukan dari tempat yang jauh ataupun di depan kuburannnya, baik mayitnya seorang nabi, wali, ataupun yang lainnya.
Perbuatan seperti ini merupakan syirik akbar, termasuk jenis peribadatan kepada berhala, karena hatinya tergantung kepadanya, beristighatsah (memohon) kepadanya. Padahal istighatsah adalah bentuk ibadah, tidak ada tempat yang dapat mengabulkan istighatsah dan pantas dijadikan tempat ibadah secara mutlak selain kepada Allah SWT.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, August 7, 2011

TERDAPAT KEBAIKAN DALAM SETIAP PERISTIWA

Bismillahirahmanirrahim

      Sesungguhnya segala puji  milik Allah, kami memohon pertolongan dan ampunan-NYA dari keburukan perbuatan kami. Siapa yang Dia beri petunjuk tidak ada yang dapar menyesatkannya. Dan siapa yang Dia sesatkan tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada illah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-NYA. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-NYA. Sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat serta para pengikut setianya hingga hari kiamat.

Amma Ba'du

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, February 16, 2011

MERETAS JALAN MENABRAK KEBUNTUAN........

Pada hakekatnya setiap manusia menginginkan kehidupannya berjalan normal, sesuai dengan harapan, impian dan keinginan. Ukuran normalitas kehidupan setiap orang tentu sangat berbeda tergantung kapasitas masing-masing. Seorang petani di desa akan merasa normal hidupnya kalau punya lahan garapan yang memadai, tanamannya subur, panennya berhasil, kehidupannya tidak terganggu dan tidak kekurangan menurut ukuran dia. Lain halnya dengan seorang executive muda di kota akan merasa normal / puas kalau karirnya cemerlang, keluarganya bahagia, aset pribadi dan investasinya berlimpah serta mendapat pengakuan dari kolega dan teman-teman sejawatnya. Dua contoh sisi kehidupan tersebut belumlah dapat menggambarkan bagaimana keragaman variasi idealnya kehidupan menurut sisi masing-masing orang, belum lagi jika menyentuh sisi kehidupan spiritual.

[+/-] Selengkapnya...